BONDOWOSO – Jurusan Pengembangan Game SMKN 1 Tapen kembali membuat gebrakan di dunia pendidikan digital. Melalui kolaborasi apik dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), sekolah ini resmi memperkenalkan “Teladan Walisongo VR Game”, sebuah aplikasi edukasi berbasis Virtual Reality yang dirancang untuk membawa siswa menjelajahi sejarah dakwah Islam di Nusantara secara imersif.
Inovasi ini lahir dari gagasan Bapak Andy Nur Rahman, guru PAI di SMKN 1 Tapen, yang bekerja sama dengan talenta muda dari Jurusan Pengembangan Game. Proyek ini bertujuan untuk menjawab tantangan rendahnya minat literasi sejarah di kalangan Generasi Z dengan cara yang lebih relevan dan futuristik.
Eksplorasi Lorong Waktu Nusantara Dalam game ini, pengguna tidak hanya membaca teks, tetapi seolah-olah masuk ke dalam “lorong waktu”. Menggunakan teknologi pandangan 360 derajat, pemain dapat mengeksplorasi lini masa sejarah dakwah Walisongo yang runtut. Game ini dapat diakses melalui berbagai perangkat, mulai dari PC, Android, hingga Gear VR untuk pengalaman yang lebih nyata.
Beberapa fitur unggulan yang menjadi daya tarik utama antara lain:
- Literasi Interaktif: Klik pada objek tertentu untuk memunculkan artikel mendalam atau video informatif mengenai strategi dakwah para wali.
- Quiz Real-Time: Di setiap akhir lini masa, pemain ditantang untuk menjawab kuis yang hasilnya muncul secara instan.
- Sinkronisasi Skor Online: Hebatnya, skor yang diperoleh siswa akan langsung terkirim secara otomatis ke akun guru untuk memudahkan pemantauan hasil belajar secara real-time.
Bukan Sekadar Game, Tapi Media Refleksi “Kami percaya bahwa belajar sejarah tidak harus membosankan. Melalui Teladan Walisongo VR Game, kami ingin mengenalkan kembali budi pekerti luhur para wali dengan cara yang sangat dekat dengan dunia anak muda sekarang,” ujar Andy Nur Rahman dalam peluncurannya.
Prestasi ini mempertegas posisi SMKN 1 Tapen sebagai salah satu sekolah kejuruan rujukan dalam pengembangan konten digital kreatif di Indonesia. Proyek ini membuktikan bahwa integrasi antara nilai religius, sejarah, dan teknologi tinggi dapat menghasilkan media pembelajaran yang sangat efektif.
Diharapkan, inovasi ini tidak hanya digunakan di lingkungan internal SMKN 1 Tapen, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia dalam menerapkan digitalisasi pendidikan yang kreatif dan edukatif.